kemarin, alhamdulillah saya ada rezeki dan hendak menabung di bank sebesar US$300. Saat diteliti oleh petugas kasir, dengan senyuman ia menyampaikan bahwa 3 lembar 100 dollar itu tidak dapat diterimanya dengan alasan terdapat bekas lipatan. saya mendapatkan info darinya bahwa sebaiknya jika menabung uang dollar agar dalam kondisi yang baik dan mulus. atas saran petugas kasir jika saya tetap ingin menabung dollarnya agar menukarkannya di money changer.
saya segera pergi ke money changer terdekat. tetapi petugas di sana menolak untuk menukar dollar kecuali diberlakukan asas jual beli. sehingga saya harus menjual US$300 saya dan kemudian membeli US$300 mereka yang mulus. dengan begitu saya terkena kurs jual beli dengan selisih Rp200/US$ yang artinya saya harus menambah Rp60.000,- untuk membeli uang dollar dengan nilai US$300.
tersentak saya menyadari betapa besar nilai Rp200 jika dikalikan 300. padahal banyak orang untuk mendapatkan uang Rp60.000,- harus berpeluh berhari-hari.
jauh lebih menyelami kesadaran itu, saya sadar bahwa setiap hal-hal kecil yang jika dikumpulkan akan menjadi banyak. jika itu sebuah kebaikan, alangkah besar dan baiknya hasil yang kita dapatkan di masa depan. namun bagaimana jika ternyata itu adalah dosa-dosa kecil kita?
IJS-17
31.10.06
ketika hanya kita
kawan, ada rasa sedih yang mungkin nyangkut di hati kita ketika menyadari bahwa ternyata hanya kita yang sedang bergerak sementara "dalam kacamata kita" orang lain tidak turut bergerak bersama kita. bahkan perasaan sedih itu semakin menjadi ketika "penglihatan" kita orang lain bukan hanya tidak turut bergerak bersama kita tetapi justru berseberangan dan menjauh dari kita. padahal, "menurut pemahaman" kita apa yang kita lakukan adalah kebaikan yang tentu saja bermanfaat juga bagi orang lain.
ketika hal itu hadir, justru kita sedang "diminta" untuk memperbaiki apa-apa yang telah kita lakukan. apakah niat kita untuk sebuah ketulusan (dan pamrih kita hanya dari Tuhan) atau untuk sebuah popularitas belaka?
"don't stop! the champion never stop" demikian slogan berisi semangat yang dapat kita temukan di buku-buku inspiratif. benar, kawan jangan pernah berhenti selama kita meyakini bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kebaikan dan kita melakukannya dengan kebenaran. dan jika harus "mengaso" untuk mengumpulkan tenaga baru dan kembali berkiprah, marilah kita manfaatkan waktu istirahat itu adalah waktu yang paling berharga.
ref QS 9:105
IJS-16
ketika hal itu hadir, justru kita sedang "diminta" untuk memperbaiki apa-apa yang telah kita lakukan. apakah niat kita untuk sebuah ketulusan (dan pamrih kita hanya dari Tuhan) atau untuk sebuah popularitas belaka?
"don't stop! the champion never stop" demikian slogan berisi semangat yang dapat kita temukan di buku-buku inspiratif. benar, kawan jangan pernah berhenti selama kita meyakini bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kebaikan dan kita melakukannya dengan kebenaran. dan jika harus "mengaso" untuk mengumpulkan tenaga baru dan kembali berkiprah, marilah kita manfaatkan waktu istirahat itu adalah waktu yang paling berharga.
ref QS 9:105
IJS-16
20.10.06
jika ramadhan usai
kawan, aktivitas ibadah ramadhan telah menghanyutkan kita dalam semangat bergelora yang belum pernah kita capai di hari-hari lain. kerelaan kita berpuasa, menjaga hati dan lisan, salat malam, mengarungi makna alquran, dan bersedekah setiap hari, adalah untuk mengejar berkah dan keutamaan ramadhan.
jika ramadhan usai, tibalah saatnya kembali berbuka sebagai hari raya yang ditetapkan Allah untuk mengagungkan Dia supaya kita menjadi hamba yang bersyukur.
keuntungan yang kita peroleh jika menjadi hamba yang bersyukur (sebagaimana janji Allah) adalah kesyukuran akan mengantarkan kita kepada jalan yang benar dan membuat hidup kita senantiasa dalam kesuksesan.
apakah kita merasa belum menjadi hamba yang bersyukur? sudah sebaiknya kita hilangkan keraguan untuk memulai, dan hapuskan rasa takut sudah terlambat. selama Allah memberi kesempatan kepada kita untuk menikmati hidup, tidak ada kata terlambat untuk menyusul rombongan orang-orang yang bersyukur.
jika ramadhan usai, tibalah saatnya kita meneruskan semangat ramadhan dalam hari-hari kita ke depan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. semoga Allah menerima ibadah ramadhan kita semua dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang kembali dan menang.
ref QS 2:185
IJS-15
jika ramadhan usai, tibalah saatnya kembali berbuka sebagai hari raya yang ditetapkan Allah untuk mengagungkan Dia supaya kita menjadi hamba yang bersyukur.
keuntungan yang kita peroleh jika menjadi hamba yang bersyukur (sebagaimana janji Allah) adalah kesyukuran akan mengantarkan kita kepada jalan yang benar dan membuat hidup kita senantiasa dalam kesuksesan.
apakah kita merasa belum menjadi hamba yang bersyukur? sudah sebaiknya kita hilangkan keraguan untuk memulai, dan hapuskan rasa takut sudah terlambat. selama Allah memberi kesempatan kepada kita untuk menikmati hidup, tidak ada kata terlambat untuk menyusul rombongan orang-orang yang bersyukur.
jika ramadhan usai, tibalah saatnya kita meneruskan semangat ramadhan dalam hari-hari kita ke depan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah. semoga Allah menerima ibadah ramadhan kita semua dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang kembali dan menang.
ref QS 2:185
IJS-15
10.10.06
bersyukurlah, karena masih boleh berpuasa
jika pagi ini (begitu juga pagi-pagi lainnya dalam bulan ramadhan) kita harus bangun lebih pagi untuk bersahur, menantikan subuh berjamaah di masjid kemudian berangkat bekerja, tentu saja membutuhkan usaha dan niat yang teguh dalam rangka memenuhi ibadah puasa kita. tentu saja tak boleh ada keluhan yang mengisi hari-hari kita karena kita yakin keluhan itu akan merusak makna puasa kita.
jika sepulang bekerja, kita bergumul dengan kemacetan demi mengejar waktu berbuka di rumah, kemudian menantikan shalat isya berjamaah di masjid yang disusul tarawih dan witir serta tadarus quran, tentu saja membutuhkan rasa senang dan ikhlas dalam rangka menggenapi ibadah puasa kita hari itu. tentu saja tak mengenal rasa letih dalam beribadah karena kita yakin bulan ramadhan adalah bulan obral pahala dari Allah.
kawan, sudah semestinya kita bersyukur, karena Allah masih membolehkan kita berpuasa, sementara banyak kawan-kawan kita yang sudah menghadap-Nya tak lagi duduk tarawih di samping kita; sementara banyak kawan-kawan kita yang harus menikmati masa sakit sehingga menghalangi mereka untuk berpuasa; sementara banyak kawan-kawan kita yang sepanjang tahun berpuasa karena tak cukup punya makanan untuk mengganjal perut mereka.
kawan, jangan berhenti bersyukur, karena puasa kita bulan ramadhan ini jika dilakukan dengan baik dan ikhlas akan menghapus dosa-dosa kita yang lalu dan yang akan datang. alhamdulillah.
IJS-14
jika sepulang bekerja, kita bergumul dengan kemacetan demi mengejar waktu berbuka di rumah, kemudian menantikan shalat isya berjamaah di masjid yang disusul tarawih dan witir serta tadarus quran, tentu saja membutuhkan rasa senang dan ikhlas dalam rangka menggenapi ibadah puasa kita hari itu. tentu saja tak mengenal rasa letih dalam beribadah karena kita yakin bulan ramadhan adalah bulan obral pahala dari Allah.
kawan, sudah semestinya kita bersyukur, karena Allah masih membolehkan kita berpuasa, sementara banyak kawan-kawan kita yang sudah menghadap-Nya tak lagi duduk tarawih di samping kita; sementara banyak kawan-kawan kita yang harus menikmati masa sakit sehingga menghalangi mereka untuk berpuasa; sementara banyak kawan-kawan kita yang sepanjang tahun berpuasa karena tak cukup punya makanan untuk mengganjal perut mereka.
kawan, jangan berhenti bersyukur, karena puasa kita bulan ramadhan ini jika dilakukan dengan baik dan ikhlas akan menghapus dosa-dosa kita yang lalu dan yang akan datang. alhamdulillah.
IJS-14
13.9.06
berkomunikasi dengan Allah
Kawan, komunikasi adalah cara yang digunakan antara manusia untuk menyampaikan informasi, baik searah maupun imbal-balik. Banyak cara berkomunikasi yang dibangun oleh manusia dengan sesamanya, entah itu rekan kerja, atasan, bawahan, klien, suami-istri, adik-kakak, orangtua-anak, dai-umat, dan sebagainya. Ada tata laksana yang disepakati oleh manusia dalam berkomunikasi, yaitu efektif dan efisien, menyampaikan informasi dengan cara yang baik dan benar.
Dalam berkomunikasi, kita mengharapkan lawan komunikasi kita menangkap maksud dan memberi tanggapan atas apa yang kita sampaikan. Kita juga berharap mendapatkan tanggapan positif, kritik membangun, atau tindak lanjut yang membuat hubungan kita terjalin semakin erat dan bermanfaat.
Begitu juga dengan komunikasi yang kita jalin dengan Allah, saking cinta-Nya Dia terhadap hamba-hamba-Nya, Ia menghilangkan semua kesulitan berkomunikasi dan mengundang kita langsung untuk berbicara dan menyampaikan segala keperluan kita di hadapan-Nya. Jika sebagian umat manusia dengan ajaran agamanya membutuhkan perantara antara individu dengan Tuhan, maka Islam menghilangkan perantara itu, sehingga kita sebagai manusia dapat langsung berkomunikasi dengan Tuhan, yaitu melalui salat.
Sebagaimana etika komunikasi terbangun antara manusia, dengan Allah pun demikian. Pernah suatu ketika, Rasulullah saw. menegur seorang pemuda yang melakukan gerakan salat dengan sangat cepat seperti ayam yang mematuk-matuk tanah, agar ia mengulangi salatnya dengan tumakninah. Ini dapat dimisalkan dengan pembicaraan yang cepat, terburu-buru dan tanpa koma (apalagi titik) akan sulit dicerna oleh lawan bicara, dan dapat dianggap sebagai etika yang melanggar kesopanan.
Karenanya, kawan, jika kita ingin mempererat hubungan kita dengan Allah, mengapa kita enggan memperbaiki cara kita berkomunikasi dengan Dia?
IJS-13
Dalam berkomunikasi, kita mengharapkan lawan komunikasi kita menangkap maksud dan memberi tanggapan atas apa yang kita sampaikan. Kita juga berharap mendapatkan tanggapan positif, kritik membangun, atau tindak lanjut yang membuat hubungan kita terjalin semakin erat dan bermanfaat.
Begitu juga dengan komunikasi yang kita jalin dengan Allah, saking cinta-Nya Dia terhadap hamba-hamba-Nya, Ia menghilangkan semua kesulitan berkomunikasi dan mengundang kita langsung untuk berbicara dan menyampaikan segala keperluan kita di hadapan-Nya. Jika sebagian umat manusia dengan ajaran agamanya membutuhkan perantara antara individu dengan Tuhan, maka Islam menghilangkan perantara itu, sehingga kita sebagai manusia dapat langsung berkomunikasi dengan Tuhan, yaitu melalui salat.
Sebagaimana etika komunikasi terbangun antara manusia, dengan Allah pun demikian. Pernah suatu ketika, Rasulullah saw. menegur seorang pemuda yang melakukan gerakan salat dengan sangat cepat seperti ayam yang mematuk-matuk tanah, agar ia mengulangi salatnya dengan tumakninah. Ini dapat dimisalkan dengan pembicaraan yang cepat, terburu-buru dan tanpa koma (apalagi titik) akan sulit dicerna oleh lawan bicara, dan dapat dianggap sebagai etika yang melanggar kesopanan.
Karenanya, kawan, jika kita ingin mempererat hubungan kita dengan Allah, mengapa kita enggan memperbaiki cara kita berkomunikasi dengan Dia?
IJS-13
31.8.06
bikin $5 jadi $2000 ?
Saya tidak ingin menghina kecerdasan Anda dengan memberi mimpi yang muluk-muluk! Saya hanya memberi KEPASTIAN, dengan $5.00, Anda dapat memiliki SEMUA e-book dan software bestseller dunia!
klik
http://www.bestincome4life.biz/?ref=79
Saya TIDAK akan membuat salesletter hingga berbusa-busa. Kalaupun Anda GAGAL memasarkan sistem ini, dengan $5,00,- Anda sudah UNTUNG mendapatkan produk bermutu!
klik
http://www.bestincome4life.biz/?ref=79
klik
http://www.bestincome4life.biz/?ref=79
Saya TIDAK akan membuat salesletter hingga berbusa-busa. Kalaupun Anda GAGAL memasarkan sistem ini, dengan $5,00,- Anda sudah UNTUNG mendapatkan produk bermutu!
klik
http://www.bestincome4life.biz/?ref=79
30.8.06
hits4pay
Still Reading Commercial Emails For Free?
Receive Emails On Topics That Interests You
And Get Paid For It! Get $10 Just to signup!
http://hits4pay.com/members/index.cgi?duitgue
Subscribe to:
Posts (Atom)
